Pesona Kebun Teh Nglinggo, Yogyakarta
Bagikan ke

Pagi yang sejuk, ditambah segarnya warna-warna daun yang hijau membuat nafas semakin terasa segar. Begitu pula hati yang terasa lebih tentram, mata pun  terbuka setelah melihat pesona yang diciptakan Tuhan. Ruginya, apabila kita tidak sempat untuk menikmati pagi yang seindah ini.

Suasana yang begitu indah, sejuk, dan tenang berada di Desa Nglinggo ini begitu menawarkan suasana pegunungan yang sejuk. Siapa yang ingin berlibur untuk mendapatkan ketenangan dan kesegaran tersebut? Kebun teh menjadi salah satu pilihan untuk tempat berlibur. Selama ini, kawasan kebun teh yang terkenal ada di Wonosobo, Jawa Tengah. Namun, siapa sangka, ada kawasan kebun teh di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Subuh setelah sahur sekitar pikul 03:30 WIB, saya bangun dan siap untuk perjalanan menuju kebun teh yang terletak di Desa Ngilnggo, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Dari Yogyakarta kita melewati  Jalan Godean – lurus ke barat melewati Sungai Progo,  lampu merah kenteng, belok kanan mengikuti jalan sampai menemukan tugu di tengah jalan, nama daerahnya adalah Ndekso, belok kiri masuk ke Jalan Samigaluh – lurus ikuti jalannya, karena jalan utama hanya ada satu. Kira-kira 20 km, melewati Kantor Kecamatan Samigaluh, Pasar Pambigaluh – ketika menemukan pertigaan bertuliskan “DESA WISATA NGLINGGO”, belok kanan, ikuti jalan lurus naik ke atas sekitar 2 km hingga sampai di Puncak Kebun Teh.

Kebun teh di Pegunungan Menoreh, tepatnya di Dusun Tritis, Desa Nglinggo, Kecamatan Samigaluh Kulonprogo. Hamparannya tidak begitu luas. Namun, ada beberapa titik yang bisa menjadi tujuan untuk menyegarkan pikiran. Saya melihat  rimbunan pohon teh saat memasuki kawasan Dusun Tritis. Kemungkinan besar teh di tempat ini tidak tumbuh sendiri dalam satu lahan, tetapi ada juga beberapa tanaman pelindung yang menjulang di sela-selanya sebagai pembatas  pohon teh tersebut.

Di puncak kebun teh ini, kiri dan kanan jalan saya dimanjakan oleh pesona alam sejauh mata memandang indahnya kebun teh Nglinggo. Suasana yang tenang, sunyi, dan bening bagai  embun pagi dan merdunya kicauan burung yang bernyanyi, menghibur hati yang sepi.

Suasana seperti ini jarang sekali untuk kita jumpai  di masa sekarang karena dampak teknologi yang canggih dan perusahaan-perusahaan besar yang membuang limbah kotoran membuat lahan-lahan yang tadinya subur, berubah menjadi tempat pembuangan limbah pabrik.  Alangkah baiknya kita harus melestarikan alam yang diciptakan Tuhan agar kelak anak-cucu kita dapat melihat dan menikmatinya.

Bukan hanya kebun teh saja, ada pula tempat wisata yang memanjakan mata seperti bukit ISIS. Dari atas kita dapat melihat dan menyaksikan pemandangan hutan yang begitu subur dan lebat. Saat sunrise, kita dapat melihat fajar pagi yang timbul dari ufuk timur di bukit ISIS. 

Di balik indahnya bukit ini terdapat jurang yang terjal. Ketika hendak mendaki bukit, saya merasa bebas seakan ingin terbang dan menyaksikan indahnya dunia. Berada di tempat ini yang begitu tenang dan terhindar dari polusi udara sambil menghirup udara segar dan menikmati pemandangan yang begitu sempurna tanpa sampah. Bukit ini adalah salah satu spot berfoto karena taman yang dihiasi banyak bunga dan ranting-ranting yang berbentuk love mengundang pengunjung berpasangan agar datang ke bukit ISIS . .

Penulis – Agustinus I. M. Ola

Editor – Radixa Meta Utami

News Reporter
Suka Memotret

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *