Memotret Milky Way
Bagikan ke

Astrofotografi adalah salah satu seni fotografi yang mengambil foto objek seputar langit malam dan objek-objek langit lainnya seperti planet, bulan, galaksi, nebula, cluster dan bintang-bintang.

Bagi saya astrofotografi merupakan hobby yang sangat mengasyikkan dengan memotret bintang, nebula dan langit malam merupakan sebuah aktifitas yang memiliki kepuasan dan pesona tersendiri. Salah satunya adalah memotret ribuan bintang atau yang biasa disebut Milky Way.

Milky Way terdiri dari jutaan, miliyaran, triliunan, kuardiluan sampai desiliunan bintang di angkasa. Namun sebenarnya Milky Way itu sendiri adalah galaksi yang di sekitarnya terdapat sistem tata surya termasuk sistem tata surya yang kita tempati saat ini.

Dengan sedeikit basa-basi di atas, saya ingin menunjukan beberapa hasil foto dengan perlengkapan untuk foto yang saya gunakan dan pengaturannya.

A. Perlengkapan

Berikut alat-alat kamera yang saya gunakan hingga menghasilakan sebuah foto langit yang berlatar belakang objek bintang-bintang.

Tripot

Tripot  yang saya gunakan berkaki tiga dengan tinggi 1 (½) meter  dan 3 sudut masing-masing 15cm. Kenapa tripot sangat penting, karena berfungsi untuk menahan badan kamera  agar dapat berdiri dengan tegak untuk mengambil gambar dengan mengurangi noise yang ditimbulkan oleh guncangan tangan.2. Kamera

Kamera

Kamera Canon 1300D yang saya gunakan, kamera dengan tipe ribuan adalah kamera sejuta umat dengan harganya yang murah dengan julukan kamera pemula. Tapi semua tergantung dari yang memegangnya. Percuma beli kamera mahal tapi tidak menegrti fugsi fitur-fiturnya.

Lensa

Lensa 18-55mm for Canon adalah lensa bawaan dari kamera. Biasanya memiliki dua fitur pada bagian bodi lensa yakni fitur pertama AF (Auto Fokus) dan MF (Manual Fokus), fitur kedua Stabilizer ON dan OFF.

Headlamp

Headlamp dengan lampu berwarna putih dan terang dengan befungsi untuk membuat tangan  tetap bebas saat mengutak-ngatik pengaturan pada kamera dan juga menerangkan objek /orang

Lokasi

Puncak Gunung Sikendil 1800 mdpl dengan langit malam yang bebas dari polusi cahaya seperti cahaya-cahaya lampu kota, polusi udara, kabut awan dan cahaya bulan sekalipun.

B. Setting Kamera

Saya menggunakan setingan kamera pada mode M atau Manual, kenapa manual. Karena dengan mode M saya dapat mengutak-atik ISO, Aperture, Shuter speed sampai kualitas gambar. Berikut setingannya :

1. ISO 800 (lebih rendah ISO lebih baik karena bisa berdampak pada hasilnya yang noise/berbintik pada gambar)

2. F4.0 (Angka aperature kecil lebih baik)

3. Picture Style Landscape

4. Shutter speed 30″ (30 detik)

5. Kualitas gambar Raw + L (atau menyesuaikan kapasitas memory boleh menggunakan Small, Medium atau Large.)

C. Hasil Foto

Penulis – Agustinus I. M. Ola

News Reporter
Suka Memotret

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *