PEDHOT KARYA JEMEK SUPARDI
Bagikan ke

Keriput wajah dan tonjolan tulang pipi dengan senyum khas yang lebar. Tubuhnya tak lagi tangguh sediakala, namun ia tetap begitu lincah bergerak. Kakek kelahiran Pakem, Sleman, Yogyakarta  14 Maret 1953 dari pasangan Sumodiharjo dan Sumogini, itulah sosok Jemek Supardi.

Kakek Supardi dikenal sebagai Bapak Pantomim Indonesia. Pantomim adalah pertunjukan drama tanpa kata-kata yang dimainkan dengan gerak dan ekspresi wajah yang mengandung makna dan biasanya diringi musik.

 Di usianya yang ke 66 tahun, ia terus menghasilkan karya. Seperti pertunjukan pantomim yang berjudul “Pedhot”  pada tanggal (28/11) yang sekaligus bertepatan dengan Hari Guru, yang berlangsung pukul 19:30 WIB di Beringin Soekarno, Kampus II  Universitas Sanata Dharma, Gejayan Yogyakarta.

Pedhot berasal dari bahasa jawa yang berarti “Putuskan Sambungan”,  karya terbaru Jemek Supardi ini diperankan oleh Asita Kaladewa, Broto Wijayanto, Jamaluddin Latif, Krismantono Geamime, Naoki Nagai, Kinanti Sekar Rahina dan Jemek Supardi sendiri.

Adapun ilustrasi musik yang diiringi oleh Guntur Nur Puspito, Djenar Kidjing dan Bayu Aji Nugraha.

Gaya ala Bob Marley dengan rambut  gimbalnya seperti anak “reagge” menjutai hingga pinggang bagian belakang, sementara rambut bagian depan dibiarkan plontos begitu saja, itulah gaya khas Kakek Supardi dalam pentas pantomime.

News Reporter
Suka Memotret

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *